HARI BERBAHASA DAERAH DI SEKOLAH DALAM PERSPEKTIF PEMEROLEHAN DAN PEMERTAHANAN BAHASA

I Made Sutama

Abstract


Ketika dalam suatu komunitas beberapa bahasa hidup berdampingan, ada dua kemungkinan yang dapat terjadi. Semua bahasa memiliki fungsi tersendiri dalam ranah yang berbeda-beda atau salah satu bahasa rembes, disusupi oleh bahasa yang lain. Dalam konteks Indonesia, yang terjadi adalah kemungkinanyang kedua. Bahasa daerah, terutama, rembes, disusupi oleh bahasa Indonesia, bahkan oleh bahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Kondisi ini semakin hari semakin mengkhawatirkan sehingga tidak tertutup kemungkinan akan semakin banyak saja bahasa daerah yang menuju ke kepunahannya. Untuk mencegah hal itu terjadi, diterapkan gagasan hari berbahasa daerah pada hari tertentu di sekolah di berbagai wilayah, termasuk di sejumlah sekolah di Bali. Dalam perspektif pemerolehan bahasa, penerapan gagasan itu memiliki potensi untuk berkontribusi bagi penyelamatan bahasa daerah karena akan tercipta lingkungan bahasa yang alamiah yang dapat memberi input bagi anak sehingga kemampuan berbahasa daerahnya terus berkembang. Di samping itu, interaksi yang terjadi pada hari berbahasa daerah dapat mengasah keterampilan anak berbahasa daerah. Hanya saja, tidak sembarang input dapat memberi manfaat. Input yang bermanfaat adalah input yang berkualitas. Oleh karena itu, pihak guru dan pegawai perlu menyediakan input yang berkualitas bagi anak-anak, sehingga penerapan hari berbahasa daerah dapat berkontribusi bagi penyelamatan bahasa daerah.

Keywords


hari berbahasa daerah, pemerolehan bahasa, pemertahanan bahasa

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.