BERSELOKO SEBAGAI SEBUAH STRATEGI PEMBERDAYAAN BAHASA LOKAL DEMI PELESTARIAN BUDAYA BANGSA

Yusra D.

Abstract


Seloko merupakan sastra Melayu Jambi yang dituturkan secara lisan, berupa ungkapan yang memanfaatkanbahasa daerah sebagai wujud tuturan.. Bahasa daerah yang digunakan adalah bahasa Melayu Jambi. Seloko digunakan sebagai komunikasi dalam prosesi adat di Jambi. Satu di antara prosesi adat yang menggunakan seloko adalah adat perkawinan. Hampir semua daerah di Jambi menggunakan seloko ini sebagai bagian dari prosesi adat perkawinan. Penggunaan seloko dalam prosesi adat ini dilandasi oleh rasa kecintaan terhadap budaya lokal yang menggunakan bahasa lokal sebagai mediumnya karena berseloko merupakan sebuah budaya yang masih dipertahankan oleh masyarakat Jambi. Selain itu, seloko ini mengandung nilai-nilai kesantunan yang menggambarkan tindak tanduk, ucap, dan cakapan seseorang dalam kehidupan masyarakat. Kesantunan itu tergambar dalam semua tahapan prosesi perkawinan, mulai dari tahap bertunangan, hantaran serah, dan tahap ulur antar serah terima pengantin dalam tatanan masyarakat. Wujud kesantunan itu seperti kesantunan memberi dan menjawab salam, saling menghormati, kejujuran, pengorbanan, keramahan, musyawarah, kerukunan, patuh pada adat, menepati janji, dan saling memaafkan. Wujud kesantunan ini sekaligus merupakan upaya untuk memperkuat jati diri masyarakat pemakai seloko ini secara khusus dan bangsa Indonesia secara umum. Maksudnya, penggunaan seloko ini menggambarkan bahwa masyarakat Jambi masih sangat kuat mempertahankan bahasa daerahnya sebagai media pelestari budaya lokal.

Keywords


seloko, bahasa lokal, budaya

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.