PENGGUNAAN FATIS AEH, EUH, DAN IH PADA PERCAKAPAN ANTARTOKOH DALAM TIGA NOVEL BERBAHASA SUNDA:KAJIAN STRUKTUR DAN PRAGMATIK

- Wahya, Muhamad Adji

Abstract


Artikel ini membahas penggunaan fatis aeh ‗wah‘, euh ‗wah‘, dan ih ‗ah‘ dalam tiga novel berbahasa Sunda dari pengarang dan zaman yang berbeda, yaitu Baruang ka nu Ngarora (2013, cetakan pertama 1914 ) karya D. K. Ardiwinata, Laleur Bodas (2014, cetakan pertama 1940) karya Samsu, dan Mercedes (1993) karya Muh. Rustandi Kartakusuma. Masalah yang diteliti adalah (1) Jenis kalimat apakah secara fungsi komukasi yang memunculkan ketiga fatis aeh, euh, dan ih? (2) Jenis kalimat apakah berdasarkan keberadaan klausanya yang memunculkan ketiga fatis tersebut? (3) Bagaimana distribusi ketiga fatis tersebut dalam kalimat? (4) Apa fungsi ketiga fatis tersebut dalam tuturan? Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif dan kualitatif. Penyediaan data menggunakan metode simak, yakni menyimak penggunaan ketiga fatis aeh, euh, dan ih pada percakapan tokoh dalam tiga novel Sunda. Dari tiga sumber data novel berbahasa Sunda yang diteliti, ditemukan 26 data kalimat yang memuat fatis aeh ‗wah‘, euh ‗wah‘, dan ih ‗ah‘. Fatis ih cenderung lebih sering muncul, yakni dua belas data, diikuti fatis aeh, yakni sembilan data, sedangkan fatis euh agak jarang. yakni lima data. Fatis aeh, euh, dan ih yang terdapat dalam tiga novel yang diteliti berada dalam lingkungan kalimat deklaratif, interogatif, dan eksklamatif. Secara umum ketiga fatis tersebut cenderung lebih sering digunakan dalam kalimat deklaratif, yakni empat belas data. Penggunaan fatis dalam kalimat interogatif dan eksklamatif masing-masing berjumlah enam data. Dari sumber data yang digunakan, hanya fatis ih yang tidak muncul dalam kalimat interogatif, sedangkan fatis aeh dan euh digunakan dalam ketiga jenis kalimat di atas. Ketiga fatis di atas cenderung lebih sering muncul dalam kalimat berstruktur klausa, yakni tujuh belas data, sedangkan tidak berstruktur klausa berjumlah sembilan data. Berdasarkan distribusi dalam kalimat, 25 data ketiga fatis berposisi di awal kalimat, hanya satu data fatis ih yang berposisi di akhir kalimat. Kata yang terdapat langsung di kanan fatis berkategori beragam. Fungsi tuturan ketiga fatis di atas beragam bergantung pada konteks tuturan. Fungsi fatis aeh lebih banyak menyatakan kekagetan. Fungsi fatis euh lebih banyak menyatakan keheranan dan menegaskan sesuatu yang sudah diketahui, Fungsi fatis ih didominasi fungsi menegaskan ketidaksetujuan.

Keywords


fatis aeh, euh, dan ih; novel sunda; kajian struktur dan pragmatik

Full Text:

PDF

References


Hudson, R.A. 1988. Sosiolinguistics. New York: Cambridge University Press.

Kridalaksana, Harimurti. 1986. Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Kridalaksana, Harimurti. 2012. ―Pengantar Ilmiah dari Fungsi Fatis ke Ungkapan Fatis‖ Dalam Ungkapan Fatis dalam Pelbagai Bahasa. Depok: Labolatorium Leksikologi dan Leksikografi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Leech, Geoffrey. 1977. Semantics. Harmondsworth: Penguin Books.

Leech, Geoffrey. 2003. Semantik. Cet.I. Diterjemahkan oleh Paina Partana.Yoyakarta: Pustaka Pelajar.

Leech, Geoffrey.1993. Prinsip-Prinsip Pragmatik: Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press).

Rahardi. R. Kunjana. 2010. Kajian Sosiolinguistik Ihwal Kode dan Alih Kode. Bogor: Ghalia Indonesia.

Sumarsono. 2007. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sutami, Hermina (peny.). 2012. Ungkapan Fatis dalam Pelbagai Bahasa. Depok: Labolatorium Leksikologi dan Leksikografi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia

Wahya. 2014. ―Sekilas tentang Kategori Fatis dalam Bahasa Sunda: Kajian Pragmatik‖.Makalah pada Seminar Internasional Semiotik, Pragmatik, dan Kebudayaan bertemakan ―Peran Semiotik dan Pragmatik dalam Memaknai Kebudayaan Global dan Lokal‖ pada17 Juni 2014 di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Derpok.

Wahya, 2015a. ―Euy sebagai Sarana Pragmatik dalam Novel Kolebat Kuwung-Kuwung Kinasih Katumbirian Karya Tatang Sumarsono‖. Makalah pada International Conference Linguistics Scientific Meeting, 28 Mei 2015 di Progarm Pascasarjana Universitas Padjadjaran, Bandung.

Wahya, 2015b. ―Dimensi Sosiolinguistik Tuturan Berpartikel Yeuh dalam Bahasa Sunda‖. Makalah pada Seminar Sosiolinguistik-Dialektologi, 2015 di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universditas Indonesia, Depok.

Wahya. 2015c. ―Penggunaan Bentuk Fatis sebagai Sarana Pragmatik dalam Cerita Pendek Hiji Mangsa Tahun 2055 Karya Asikin Hidayat‖ Makalah pada Seminar Internasional. Sastra dan Bahasa Serumpun, 2015.di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Jatinanngor, Sumedang.

Wahya, dkk. 2016. ―Sisi Sosiolinguistik Penggunaan Fatis Heueuh, Enya, Sumuhun ‗Ya‘ dalam Novel Berbahasa Sunda Numbuk di Sue Karya Moh. Ambri‖. Makalah KIMLI di Universitas Udayana, Bali pada 24—27 Agustus 2016.

Wijana, I Dewa Putu. 1996. Dasar-Dasar Pragmatik. Cet.I. Yogyakarta; Andi.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.