KEBERTAHANAN FONOLOGIS BAHASA HELONG

Halus Mandala

Abstract


Penelitian ini mengkaji kebertahanan fonologis salah satu bahasa dari kekerabatan bahasa . Bahasa Helong (Hl) yang hidup di Pulau Semau menarik untuk dikaji sebagai bahasa yang memiliki kemampuan bertahan secara fonologis dalam perjalanan sejarahnya dibandingkan dengan bahasa-bahasa berkerabat lainnya. Penelitian ini dimaksudkan untuk menemukan faktaretensi bahasa Hl dan inovasi fonem pada bahasa-bahasa yang diteliti pada kelompok bahasa Timor.Data dikumpulkan melalui kosakata dasar Swadesh dan daftar Holle sertadianalisis menggunakan metode diakomparatif. Hasil analisis membuktikanbahwa bahasa Hl merupakan salah satu dari sepuluh bahasa yang diteliti memiliki relasi kekerabatan erat sebagai kelompok bahasa Timor (PT). kelompok bahasa PT terdiri atas empat sebkelompok, yakni PKWN, PTKM, PTRD, dan Hl. Bahasa Hl memiliki kebertahanan fonologis dibandingkan subkelompok lainnya. Kebertahanan fonologis tersebut ditandai dengan PT *b dan *k mengalami retensi pada bahasa Hl. Sementara itu, PT *b dan *k terjadi inovasi dalam bentuk split pada subkelompok lainnya.

Keywords


kekerabatan, kebertahanan fonologis, retensi, inovasi.

Full Text:

PDF

References


Adelaar, K.A. 1994. Bahasa Melayik Purba:Rekonstruksi Fonologi dan Sebagian dari Leksikon dan Morfologi (Terjemahan). Seri Publikasi Bersama Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa dan Universitas Leiden. Jakarta: RUL.

Anceux, J.C. 1965. “Linguistic Teories about the Austronesian Homeland “. BKI 23:417—431.Terjemahan Sudaryanto:FS UGM.

Antonsen, E. H. 1990. Phonological Change: Phonetic, Phonemic, and Phonotactic Change. New York: Mouton deGruyter.

Blust, R.A. 1971. “ Historical in Indonesian” dalam Working Papers in Linguistics 9 Num.2. University of Hawaii.

-------------------, 1978. “ The Proto-Oceanic ”. Memoar 43 Wellington. The Polinesian Society.

-------------------, 1981. “Variation and Retension Rate among Austronesia Language” Makalah Seminar Linguistik Austronesia III. Denpasar Bali.

Bynon, Th. 1979. Historical Linguistics. London: Cambridge University Press.

Capell, A. 1943. “Linguistic Posisition of S.E. Papua” dalam Australian Medical Pubishing. Co. Sydney.

------------. 1945. “ Peoples and Languages of Timor” dalam Occania No. 15

Collins, J. T. 1997. “Klasifikasi Varian Melayik di Ketapang: Kepelbagai Bahasa di Kalimantan Barat” Makalah Seminar Internasional Bahasa dan Budaya di Dunia Melayu Asia Tenggara. NTB: Universitas Mataram.

Dempwolff, O. 1938.Vergleichende Lautlehre des Austronesiaschen Wortschatzes III: Austronesiaschen Worterverzeichnis. Hamburg: Friederrichen,de Gruyter.

Dyen, I. 1965. A Lexicastatistical Classification of the Melayu-Polinesian Language .Baltimore : the Waverly Press.

-----------------. 1975. Linguistic Subgrouping and Lexicistatistics. Den Haag: Mouten

------------------. 1978.“The Positions of the Languages of Eastern Indonesia”. Proccedings SICAL, Fascicle 1:235--254 Pl C.61.

Fisiak, J. (ed.). 1985. Historical Semantics: Historical Word-Formation. Berlin: Mounton Publishers.

Hock, H. H. 1988.Principles of Historical Linguistics. Berlin: Mouton de Gruyter.

Hockett, Ch. F. 1963. A Course in Modern Linguistic. New York: The Macmillan Company.

Hoenigswald, HM. 1974. Language Change and Linguistic Reconstruction. Chicago and London: The University of Chicago Press.

Labov, W. 1994. Principles of Linguistic Change. Cambridge: Blackwell.

Lass, R. (ed.).1969.Approach to English Historical Linguistics An Anthology. New York: Holt.

Mandala, H. 1999. “Pengelompokan Genetis Bahasa Kairui, Waimoa, dan Nauetidi Timor Timur”. Tesis untuk Program Pascasarjana Universitas Udayana, Denpasar.

Mbete, A M. 1991. “Rekonstruksi Protobahasa Bali-Sasak-Sumbawa” dalam Berita ILDEP II. Jakarta.

--------------. 1993. “Sekilas tentang Linguistik Historis Komparatif” Makalah. Denpasar: Fakultas Sastra Unud.

Nordholt, H.G. Svhulte. 1971. The Polytical System of the Atoni of Timor. The Hatque: Martinus Nijhorff.

Pike, KL. 1957. Axiom and Procedures for Reconstructions in Comparative Linguistic: an Experimental Syllabus. California: Summer Institute of Linguistic.

Penzl, H. 1969. “The Evidence for Phonemic Change” dalam Lass (ed.)

Putrayasa, IGN. 1998. “Hubungan Kekerabatan Bahasa Tetun-Rote-Dawan: Kajian Linguistik Historis Komparatif”. Tesis untuk Program Pascasarjana Universitas Udayana, Denpasar.

Sanda, F. 1998. “Rekonstruksi Protobahasa Mambai-Tokodede-Kemak (PMTK) di Timor Timur”. Tesis untuk Program Pasca Sarjana Universitas Udayana, Denpasar.

Swadesh, M. 1972. The Originand Diversification of Language. London: Routledge & Kegen Paul.

Thomas, I.F.R. 1974. Timor: Notas Histirico Linguistics. Lisboa.

Wurm, S. A. tth. “Austroneian and Non-Austronesian (Papua) Languages in Contact: Some Notes” dalam Linguistic and Literary Studies. Paris: The Hague.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.