PANTANGAN PEMANGKU DI DESA LES BULELENG MEMAKAI GENTA SAAT MELAKSANAKAN UPACARA YADNYA: KAJIAN TUTURAN

I Ketut Jirnaya, Komang Paramartha

Abstract


Masyarakat Desa Les, Buleleng memiki adat dan tradisi yang unik sebagai bagian dari komunitas Masyarakat Bali Mula.Pemangku sebagai pemimpin upacara yadnya tidak diperkenankan memakai genta (bajra).Konon tradisinya dari dulu demikian.Percobaan untuk pemakaian genta pernah dilakukan oleh salah seorang Pemangku.Masyarakat adat menolaknya. Masalahnya mengapa ditolak? Adakah sumber acuan yang dipakai oleh masyarakat untuk itu? Semua maslah setelah dikaji dari sudut tradisi lisan, ditemukan tuturan-tuturan yang mengatakan dari dulu tradisi Pemangku saat muput upacara yadnya. Ketika tradisi tersebut diubah, maka banyak terjadi peristiwa irasional yang menyebabkan masyarakat adat Les berpikir dan semakin percaya bahwa demi keselamatan warga maka kembali ke tradisi kuna. Segala yang berurusan dengan tirtha sulinggih, maka cukup nunas tirtha di Pura Geria karena berdasarkan tuturan pula, di Pura Geria tersebut berstana sulinggih secara niskala (alam tak tampak).

Keywords


tradisi, tuturan, kukuh, percaya, keselamatan

Full Text:

PDF

References


Bagus, I Gusti Ngurah (ed). 1975. Masalah Pembakuan Bahasa Bali. Singaraja: Balai Penelitian Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Bascom, William R . 1965. “Four Funtion of Folklore”, dalam The Study of Folklore. Alan Dundes (Ed.), Englewood Cliffs, N.J. Prentice-Hall, Inc.

Bawa, I Wayan. 1983. “Bahasa Bali di Daerah Bali: Sebuah Pemerian Geografi Dialek.” Disertasi. Jakarta: Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Bungin, HM. Burhan. 2008. Analisis Data Penelitian Kualitatif, Pemahaman Filosofis dan Metodologis ke Arah Penguasaan Model Aplikasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Jendra, I Wayan, dkk. 1975/76. “Sebuah Deskripsi Tentang Latar Belakang Sosial Budaya Bahasa Bali.” Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Danandjaja, James. 1980. Kebudayaan Petani Desa Tenganan di Bali. Jakarta: Pustaka Jaya.

Danandjaja, James. 1997. Folklor Indonesia, Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain. Jakarta: Grafiti.

Dibia, I Wayan, dkk. 2012. Upacara Gren Mahe (Penghormatan Leluhur) di Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur. Denpasar: Balai Pelestarian Nilai Budaya Badung Bekerjasama dengan Pusat Kajian Bali Unud, ISI Denpasar, dan UNHI Denpasar.

Finnegan, Ruth. 1992. Oral Tradition and The Verbal Art.: A Guide to Research Practice. USA and Canada: Routlodge.

Mahsun, 2007. Metode Penelitian Bahasa: Tahapan, Strategi, Metode, dan Tekniknya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Riana, I Ketut. 1995. “Masyarakat Gebog Domas di Bali: Studi Tuturan dan Semiotik Sosial. Disertasi. Surabaya: Program Pascasarjana Universitas Airlangga.

Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Data. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.

Sudikan, Setya Yuwana. 2001. Metode Penelitian Sastra Lisan. Surabaya: Citra Wacana.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.