FUNGSI, MAKNA DAN NILAI DALAM TUTURAN RITUAL KEDUE-AN PADA GUYUB TUTUR SABU RAIJUA

Lanny I.D. Koroh

Abstract


Bahasa merupakan the concrete expression of ‘form of life’ or ‘tradition’. Setiap kebudayaan suatu masyarakat tidak terlepas dari bahasa.Bahasa ritual secara khas berbeda dengan bahasa sehari-hari.Bahasa ritual bersifat profan, ragam dan pilihan katanya bersifat sakral. Oleh karena itu, dalam tulisan ini akan mendeskripsikan fungsi, makna dan nilai bahasa ritual ke-due-an pada guyub tutur Sabu-Raijua. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah deskriptif kualitatif.Sejumlah fungsi, makna, dan nilai tuturan ritual ke-due-an pada guyub tutur Sabu-Raijua merupakan cerminan kehidupan masyarakat Sabu yang sangat menyatu dengan due ‘lontar’. Due merupakan pohon kehidupan dan pohon penghidupan bagi guyub tutur Sabu-Raijua.

Keywords


fungsi, makna, nilai, due.

Full Text:

PDF

References


Brown, G. dan Yule, G. 1996. Analisis Wacana (Terjemahan oleh I. Soetikno, dari judul asli: Discourse Analysis). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

De Saussure, Ferdinand. 1993 Pengantar Linguistik Umum. (terj. Rahayu. S. Hidayat). Yogyakarta, Gadjah Mada University Press.

Dhavamony, Maria Susai. 1995. Fenomenologi Agama. Yogyakarta: Kanisius,

Gibbons, M. T. (ed). 2002. TafsirPolitik: Telaah Hermeneutis Wacana Sosial-Politik Kontemporer (Diterjemahkan oleh Ali Noer Zaman, dari judul asli: Interpreting Politics). Yogyakarta: Penerbit Qalam.

Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana Press.

Sudjiman, P dan Zoest, A. v. (ed). 1991. Serba-Serbi Semiotika. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.