RELASI BAHASA SASAK DAN SAMAWA: STUDI DIAKRONIS PADA KEKERABATAN BAHASA SUATU SUKU BANGSA DI INDONESIA

Irma Setiawan

Abstract


Variasi bahasa suatu suku bangsa di Indonesia secara langsung telah menunjukkan keberagaman bahasa dan aksen dalam tuturan masyarakatnya. Namun, keberagaman bahasa antarsuku bukan berarti tidak memiliki relasi kedekatan kebahasaan. Sehingga demikian, pada penelitian ini, permasalah yang ditelaah berupa pengidentifikasian relasi bahasa suku bangsa Sasak dan suku bangsa Saamawa. Sejalan dengan itu, tujuan penelitian ini untuk mendeksripsikan relasi kekerabatan bahasa suku Sasak dan suku Samawa. Di samping itu, kekerabatan bahasa dapat memunculkan rasa solidaritas kebahasaan sehingga dapat memperkuat kesatuan dan persatuan antarberbagai etnis bangsa di Indonesia.Data yang terkumpul diperoleh melalui dengan metode simak dan cakap (wawancara) serta teknik dasar dan turunannya, metode observasi (berpedoman pada kosakata Swades), dan metode dokumentasi. Sumber data diperoleh dari para penutur Sasak dan Samawayang sedang berkomunikasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode kombinasi, yakni deskriptif kualitatif dan kuantitatif guna mendeskripsikan penelitian secara sistematis, kategorisasi, terpola, dan dialektometri. Data disajikan secara formal dan informal. Pada akhirnya, penelitian ini menghasilkan relasi atau kekerabatan variasi bahasa antarkedua etnis, sehingga dapat memperkuat nilai kebersamaan dan kesatuan antarsuku bangsa di Indonesia.

Keywords


Bahasa Sasak dan Samawa, relasi diakronis, dan kekerabatan bahasa.

Full Text:

PDF

References


Brannen, Julia. 2005. Memadu Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Diterjemahkan oleh H. Nuktah Arfawie Kurde, dkk. dari judul Mixing Methods: Qualitative and Quantitative Reseacrh. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Creswell, J. W.. 2012a. Educational Research: Planning, Conducting and Evaluating Quantitative and Qualitative Research. 4th Ed. Boston: Pearson Education.

Creswell, J. W.. 2012b. Research Design: Pendekatan Kualitatif,Kuantitatif, dan Mixed. Diterjemahkan oleh Acmad Fawaid dari judul Research Design: Qualitatif, and Mixed Methods Approaches. Third Edition. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Denzin, Norman K. & Yvona S. Lincoln. 2000. Handbook of Qualitative Research. London: Sage Publication.

Kridalaksana, Harimurti. 2009. Kamus Linguistik Edisi IV. Jakarta: PT Gramedia

Mahsun. 1995. Dialektologi Diakronis. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Mahsun. 1997. Kekerabatan Bahasa-Bahasa di Nusa Tenggara Barat: Kajian Tanah Asal Penutur-Penuturnya. Disampaikan dalam Rangka Bulan Apresiasi Budaya IV NTB, di Mataram 21-24 Juli 1997.

Mahsun. 2001. Konflik dan Akar Penyebabnya: Pengamatan Terhadap Potensi Konflik di Nusa Tenggara Barat. Disampaikan dalam seminar Permasalahan Disintegrasi Bangsa dan Upaya Pencegahannya” bersama narasumber: Dr. Imam B. Prasodjo, yang diselenggarakan atas kerja sama Badan Informasi dan Komunikasi Daerah, Nusa Tenggara Barat dengan Universitas Mataram pada tanggal 28 April 2001 di Hotel Lombok Raya, Mataram.

Mahsun. 2006. Kajian Morfologi Bahasa Sumbawa Dialek Jereweh. Yogyakarta: Gama Media.

Mahsun. 2007. Edisi Revisi: Metode Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Samarin, W. 1988. Ilmu Bahasa Lapangan. Seri ILDEP. Yogyakarta: Kanisius.

Setiawan, Irma. 2013.Variasi Dialek Sosial dalam Masyarakat Monolingual Sasak: Sebuah Kajian Lingual Kritis. Disampaikan dalam seminar nasional yang diselenggarakan Kantor Bahasa NTB, Mataram.

Wijana P., Dewa I, et.al.. 2006. Sosiolinguistik; Kajian Teori dan Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.