KARAKTERISTIK NAMA DIRI MASYARAKAT ADAT TANA AI SIKKA, FLORES DALAM PERSPEKTIF LINGUISTIK KEBUDAYAAN

Patrisius Kami, Ade Simon Setiawan

Abstract


Nama diri pada orang Tana Ai yang umum ada empat bentuk yaitu Nama Diri dengan menggunakan Nama Asli; Kedua, Nama Diri dalam bentuk Nama Panggilan yang digunakan untuk menghindari penyalahgunaan Nama Asli; ketiga, Nama Diri dengan menggunakan Nama Klan; dan Nama Diri dengan menggunakan Nama Modern. Nama adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari setiap orang. Nama telah menjadi hak istimewa dan sesuatu yang harus dimiliki individu. Odyssey mengatakan "Tidak seorangpun, tidak rendah maupun tinggi, yang hidup tanpa nama sehingga dia masuk (lahir dalam) dunia" (Sumarsono, 2007: 84). Nama yang melekat pada masing-masing pemilik bisa menggambarkan sosok pemilik nama. Nama sebagai bentuk dari sosok masyarakat dapat menggambarkan reputasi baik atau buruk tentang seseorang, karena nama diri tersebut dianggap sebagai nama istimewa dalam setiap orang dan merupakan kehormatan yang tidak bisa diukur dan dipertukarkan. Demikian pula, di masyarakat Tana Ai, mereka melihat diri mereka sendiri sebagai bagian dari nama yang hidup dalam tradisi lokal. Nama itu sendiri pada masyarakat Tana Ai adalah warisan yang diberikan oleh orang tua kepada generasi penerus sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok nama pemilik sekaligus ikatan yang menghubungkan nenek moyang dan orang-orang yang masih hidup.

Keywords


Budaya Tana Ai, Nama, Bentuk, dan Makna Nama Diri.

Full Text:

PDF

References


Alwasilah, H. A. Chaedar, M.A.Onomastics dalam Perubahan Struktur Sosial Masyarakat Sunda.(diakses pada panggal: 5 Maret 2014).

Kleden, Paul Budi dan Robert Mirsel (edit.). 2011. Menerobos Batas – Merobohkan Prasangka Jilid 2. Maumere: Ledalero.

Kosasih, Dede. Kosmologi Sistem Nama Diri (antroponim) Masyarakat Sunda [makalah]. diakses pada tanggal 7 Januari 2014.

Lewis, Dr. E. Douglas. 2012. ATA PU’AN: Tatanan Sosial Dan Seremonial Tana Wai Brama Di Flores. Maumere: Ledalero

Pei, Mario. 1973. Kisah Daripada Bahasa (terjemahan). Jakarta: Bharat.

Vom Bruck, Gabriele dan Barbara Bodenhorn (edit). 2006. The Anthropology Of Names And Naming. Cambridge: Cambridge University Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.