PERANG WACANA ANTARA GREENPEACE DAN GAPKI TENTANG KELAPA SAWIT

- Sawirman, Ferri Irawan

Abstract


Perkembangan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia telah memunculkan banyak kritikan dari internasional, terutama dari LSM yang bernama Greenpeace. Greenpeace sebagai organisasi lingkungan percaya bahwa perkembangan perusahaan minyak kelapa sawit di Indonesia bisa merusak stabilisasi dan kebertahanan lingkungannya secara global. Atas alasan ini Greenpeace mulai memproduksi wacana-wacana menentang meningkatnya industri minyak kelapa sawit dimana produksi tersebut didukung oleh pihak pemerintah lokal dan nasional Indonesia. Pemerintah Indonesia meyakini bahwa ada agenda lain yang melekat pada tujuan Greenpeace. Perusahaan-Perusahaan Eropa menjadi alasan kenapa Greenpeace menyerang produksi sawit di Indonesia. Greenpeace dituduh telah memboncengi kepentingan Eropa karena produksi sawit Indonesia sedang berkompetisi dengan market Eropa.

Keywords


Minyak kelapa sawit, Greenpeace, pemerintah Indonesia

Full Text:

PDF

References


Alexander, R. A. 2014. Stibbe, From the analysis of ecological discourse to the ecological analysis of discourse, Lang. Sci. 41 (Part A) 104-110.

Austin, K.G. A. Mosnier, J. Pirker, I. McCallum, S. Fritz, P.S. Kasibhatla. 2017. Shifting patterns of oil palm driven deforestation in Indonesia and implications for zero-deforestation commitments. Land Use Policy, 69:41-48.

Chen, Sibo. 2016. Language and ecology: A content analysis of ecolinguistics as an emerging research field. Ampersand 3, 108-116

Couto, H.H. 2014. Ecological approaches in linguistics: a historical overview, Lang. Sci. 41 (Part A), 122-128.

Dryzek, 2013. The Politics of the Earth: Environmental Discourses. New York: Oxford

Effendy, Machroes.1996.Dampak sosial ekonomi dan budaya perkebunan kelapa sawit: studi kasus PIR V Ngabang PT Perkebunan Nusantara KIII di Kalimantan Barat. Jakarta: Universitas indonesia

El-Araby, R., Ashraf Amin, A.K. El Morsi, N.N. El-Ibiari, G.I. El-Diwani. 2017. Study on the characteristics of palm oil–biodiesel–diesel fuel blend. Egyptian Journal of Petroleum xxx: xxx–xxx

Eliasson, S. 2015. The birth of language ecology: interdisciplinary influences in Einar Haugen’s “The ecology of language”, Lang. Sci. 50:78-92.

Fill, A. & P. Mühlh €ausler (Eds.). 2001. Ecolinguistics Reader: Language, Ecology and Environment. London, UK: Bloomsbury Publishing.

Kareem, S.O, E.I. Falokun, S.A. Balogun, O.A. Akinloye, S.O. Omeike. 2017. Enzymatic biodiesel production from palm oil and palm kernel oil using free lipase. Egyptian Journal of Petroleum, 26:635-642.

LeVasseur, T. 2015. Defining “Ecolinguistics?”: Challenging emic issues in an evolving environmental discipline, J. Environ. Stud. Sci. 5 (1) 21-28.

Peraturan Presiden No. 61 Tahun 2015 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit. Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit

Pérez, Isabel Corral. 2015. Indigenous Languages, Identity And Legal Framework In Latin America: An Ecolinguistic Approach. Procedia - Social and Behavioral Sciences 212, 111– 116.

Pirker, Johannes, Aline Mosnier, Florian Kraxner, Petr Havlík, Michael Obersteiner. 2016. What are the limits to oil palm expansion? Global Environmental Change 40 (2016) 73–81.

Purnomo, H., Beni Okarda, Ade Ayu Dewayani, Made Ali, Ramadhani Achdiawan, Hariadi Kartodihardjo, Pablo Pacheco, Kartika S. Juniwaty. 2017. Reducing forest and land fires through good palm oil value chain Governance. Forest Policy and Economics xxx (xxxx) xxx–xxx

Sawirman. 2012. “Filosofi Di Balik Metafora Nominatif Wacana dan Surat-Surat Politik Tan Malaka” dalam Wacana Etnik, Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora. ISSN 2098-8746. Volume 3, Nomor 2, Oktober 2012. halaman 241 - 256. Padang: Pusat Studi Informasi dan Kebudayaan Minangkabau (PSIKM) dan Sastra Daerah FIB Universitas Andalas

Sawirman. 2014. e135 Reader: Media Meliput Teror. Padang: Pusat Studi Ketahanan Nasional.

Sawirman. 2015a. Agrolinguistics and Museum Nagari Dr. Sawirman. Makalah Keynote Speech dalam Monthly Seminar yang digelar oleh Scientific and Professional Forum for Indonesian in Nijmegen (SPFIN) Belanda di Radboud University, Nijmegen Belanda tanggal 7 Januari 2015.

Sawirman. 2015b. Dokumentasi Bahasa yang Terlupakan (Pengantar Editor). Dalam Eriza Nelfi dan Iman Laili. Ensiklopedia Agrikultural Minangkabau. Padang: Bung Hatta University Press, hal. iii-xiii.

Sawirman, Hadi, N. dan Yusdi. 2015. Lingustik Forensik (Vol. 1). Padang: Pusat Studi Ketahanan Nasional.

Sawirman. 2016a. Dokumentasi Bahasa Perkebunan/ Pertanian Berbasis Museum. Seminar Nasional Bahasa Ibu (SNBI) IX. 26-27 Feb. 2016

Sawirman. 2016b. Perang Wacana tentang (Perkebunan) Sawit Indonesia dan Malaysia. Prosiding Seminar Khazanah Bahasa, Sastra dan Budaya Serumpun Indonesia dan Malaysia, tanggal 26 Mei 2016

Sawirman. 2016c. Daya guna linguistik, wacana konflik perkebunan, dan kemerdekaan buruh. Makalah Seminar Nasional dengan tema Jaringan Kebangsaan Antar-Nusa 71 Tahun Indonesia Merdeka, 23-24 Agustus 2016

Sawirman. 2016d. Filsafat Wacana. Padang: Erka Pustaka Utama.

Sawirman, Hadi, N. dan Yusdi. 2016. Lingustik Forensik (Vol. 1). Padang: Pusat Studi Ketahanan Nasional.

Sawirman. 2017a. Anti-language, War on Discourse, Agrolinguistic Case, and Museum of Palm Oil in Indonesia. International Journal of Linguistics, Language and Culture, 3,5:66-76.

Sawirman. 2017b. Agrolinguistic Model, Agricultural Lexicons and Museum Nagari in West Sumatra. Makalah International Conference on Culture, Art, and Humanities (ICCAH).

T. Milstein. 2015. The performer metaphor: “Mother nature never gives us the same show twice”, Environ. Commun. 10 (2), 227-248.

Tallerman, Maggie. 1998. Understanding Syntax. London: Arnold


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.