PEMAKNAAN SIMBOL BUDAYA ETNIK SEBAGAI PEMBENTUK KARAKTER BANGSA

I Wayan Simpen

Abstract


Simbol budaya lokal/daerah secara garis besar dapat dibedakan menjadi duajenis, yaitu simbol budaya berbentuk satuan verbal (bahasa) dan simbol budaya berbentuknonsatuan verbal (nonbahasa). Simbol budaya berbentuk satuan verbal dapat berwujudungkapan, semboyan, motto, perilaku berbahasa, dongeng, mitos, dan legenda, sedangkansimbol budaya berbentuk nonbahasa dapat berupa bangunan rumah adat, pakaian adat,motif kain, makanan, tarian, dan lain-lain. Baik simbol budaya berbentuk satuan verbal,maupun nonverbal dapat bersifat ikonisitas. Artinya, simbol itu merujuk pada bendanyasecara langsung. Misalnya, rumah gadang adalah ikon bagi adat Minang. Demikian pulakata-kata tunjuk tertentu merujuk atau menunjuk pada bendanya. Misalnya, jari telunjukyang diarahkan untuk mengacu kata itu atau ini. Fakta menunjukkan bahwa simbolbudaya baik yang berbentuk satuan verbal atau tidak umumnya merepresentasikanpandangan dunia pemiliknya. Misalnya, masyarakat Bali merepresentasikan konsep trihita karana dan rwa bhineda melalui penataan bangunan rumah adat. Diketahui pulabahwa simbol budaya membingkai dan membentuk karakter pendukungnya. Ungkapande ngade awak bisa membingkai karakter orang Bali yang senantiasa rendah hati dantidak sombong. Demikian pula konsep tat twam asi menjadikan orang Bali yang senantiasa terbuka dan menghormati sesama.

Keywords


simbol, budaya, karakter, etnis

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.