MAKNA TEKS KENANGIBHO BEWA‘RATAPAN’ DALAM RITUAL MATAMOSALAKI TRADISI ETNIK LIO ENDE FLORES: PERSPEKTIF EKOLINGUISTIK

Veronika Genua

Abstract


Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan salah satu ritualadat mata mosalaki disertai kenangi bho bewa ‘ratapan’ pada guyub tutur Lio EndeFlores. Tradisi tersebut hingga saat ini tetap dipertahankan sebagai satu bagian tradisi.Nangi bho bewa ‘ratapan’ merupakan salah satu tradisi di mana fai ana waluanakalo‘masyarakat’ yang telah mengenal dekat orang yang telah meninggal yakni mosalaki‘tua adat’ dengan syair yang menyedihkan. Permasalahan yang diangkat alam tulisan iniyakni, 1) khazanah leksikon apa sajakah yang terkandung teks kenangi bho bewa dalamritual mata mosalaki pada etnik Lio Ende Flores, 2) Makna apa sajakah yang terkandungdibalik teks kenangi bho bewa dalam ritual mata mosalaki pada etnik Lio Ende Flores?Tujuannya adalah untuk menemukan dan mendeskripsikan khazanah leksikon dan maknayang terkandung dalam kenangi bho bewa dalam ritual mata mosalaki pada etnik LioEnde Flores. Hasil yang ditemukan menunjukkan berbagai khazanah leksikon uniktentang seorang mosalaki dirujuk dengan bagian pohon pelindung yakni lele ‘beringin’.Selain itu, leksikon lobo ‘pucuk’ merujuk pada mosalaki sebagai penguasa tertinggiwilayah adat. Kamu ‘akar’ sebagai dasar kekuatan ko’o fai ana walu ‘masyarakat. Maknayang terkandung dalam teks kenangi bho bewa yakni makna historis, makna kekuasaan,makna perpisahan, makna penghormatan.

Keywords


Ritual, Kenangi, Mosalaki, Mata, dan Tradisi

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.