DIMENSI BIOLOGOS LINGKUNGAN MANUSIA DALAM MOB PAPUA: ANALISIS EKOLINGUISTIK DIALEKTIKAL

Maryanti E. Mokoagouw

Abstract


Pelbagai pendekatan telah digunakan untuk membedah teks humor, namun belum ada yang membahas teks humor tersebut dari sudut pandang ekolinguistik. Artikel ini secara khusus bertujuan untuk membedah teks humor khas Papua yang dikenal sebagai mob berdasarkan perspektif ekolinguistik dialektikal seperti yag dikembangkan oleh Bang dan Door. Tujuan utama artikel ini adalah memaparkan mengenai dimensi biologos lingkungan manusia dalam mob. Metode yang digunakan adalah metode dokumentasi proses cyclical-corpus building. Hasil analisis menemukan bahwa mengenai dimensi biologos lingkungan manusia dalam mob terdiri atas duabelas aspek, yaitu (1) nama diri; (2) pekerjaan/profesi/jabatan; (3) hubungan kekerabatan; (4) jenis kelamin; (5) ras/suku; (6) marga; (7) sapaan akrab/hormat kepada bukan anggota keluarga; (8) julukan/istilah khusus; (9) usia; (10) tokoh dalam alkitab/tokoh Kristen; (11) bagian tubuh; dan (12) lain-lain.

Keywords


dimensi biologos, MOB Papua, Ekolinguistik Dialektikal

Full Text:

PDF

References


Bang, J.Chr. dan Door, J. 1993. “Eco-Linguistics: A Framework”. [Retrieved 22 Februari 2010]. Available on: URL: www.jcbang.dk/main/ecolinguistics/Ecoling_ AFramework1993.pdf.

Bakker, J.W.M. Filsafat Kebudayaan: Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Penerbit Kanisius

Bungin, B. 2008. Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana.

Danandjaja, J. 1997. Folklor Indonesia: Ilmu gosip, dongeng, dan lain-lain. Jakarta: Grafiti .

Derni, A. 2008. ”The Ecolinguistic Paradigm: An Integrationist Trend in Language Study”. The International Journal of Language Society and Culture. Issue 24. [dikutip 22 Februari 2010]. Tersedia pada URL: www.educ.utas.edu.au/users/tle/JOURNAL.

Fill, 2001a. ”Ecolinguistics: State of The Art 1998”.Dalam: Fill, A. dan Muhlhausler, P., ed. The Ecolinguistics Reader: Language, Ecology, and Environment. London: Continuum, hlm. 31-42.

Fill, Alwin. 2001b. “Language and Ecology: Ecolinguistic Perspectives for 2000 and Beyond”. Dalam: Graddol, D., ed. AILA Review 14: Applied Linguistics for the 21st Century. [dikutip 5 Maret 2011]. Tersedia pada: URL: www.aila.info/AILA14.pdf.

Lehtonen, M. 2000. Cultural Analysis of Texts. London: Sage Publications.

Mautner, G. 2008. “Analyzing Newspaper, Magazines, and Other Print Media”. In: Wodak, Ruth dan Krzyzanowski, ed. Qualitative Discourse Analysis in the Social Sciences. London: Palgrave MacMillan.

Moleong, L. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Sarwono, J. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Solihu, A.K.H. 2010. “The Linguistic Construction of Reality: Toshihiko Izutsu’s Semantic Hermeneutics of The Qur’anic Weltanschauung”. Dalam: Thoha, Anis Malik. Editor. Japanese Contribution to Islamic Studies: The Legacy of Toshisiko Izutzu Interpreted. Kualalumpur: International Islamic University Malaysia Press, hlm. 17-40.

Sugiyono. 2009. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.