KESANTUNAN BERBAHASA PADA KELUARGA GOLONGAN TRIWANGSA DI PURI UNDISAN BANGLI: KAJIAN TINDAK TUTUR

Ni Putu Evi Wahyu Citrawati, I Gusti Ayu Istri Aryani, Sang Ayu Isnu Maharani

Abstract


Bahasa Bali dibedakan atas dua dialek, yaitu dialek Bali Aga, dan dialek bali Daratan, yangmasing-masing memiliki ciri subdialek tersendiri. Berdasarkan dimensi sosial, bahasa Balimengenal adanya sistem sor singgih yang erat kaitannya dengan perkembangan masyarakatBali yang mengenal adanya sistem wangsa yang dibedakan atas golongan triwangsa(Brahmana, Ksatria, dan Weisia), dan golongan Sudra. (Sulaga dkk, 1996:1—2). Tulisanini menggunakan kajian tindak tutur pada pembicaraan sehari-hari dalam keluarga yangmemiliki kasta yang berbeda. Kajian tindak tutur yang dijadikan acuan dalam penulisanartikel ini adalah teori yang dikembangkan oleh Searle (1983), Leech (1993); Levinson(1983); Kempson (1984); Austin (1990); dan Wijana (1996). Paling sedikit ada tiga komponentindak tutur, yaitu tindak lokusional (locutionary act), tindak ilokusional (illocutionary act),dan tindak perlokusional (perlocutionary act). Selain itu, juga dibahas sekilas tentang fungsitindak tutur yang dikembangkan oleh Searle (dalam Lavinson, 1983). Ada lima macamfungsi tindak tutur yaitu: (1) Ekspresif, (2) Direktif, (3) Komisif, (4) Reresentatif, dan (5)Deklaratif. Perbedaan tindak tutur dalam percakapan sehari-hari dalam masyarakat Bali,sebenarnya tidak menjadi masalah, sepanjang tidak menimbulkan ketidakadilan. Namun,perbedaan ini dapat mengarah kepada ketidakadilan terutama perlakuan terhadap kaumperempuan. Perbedaan dalam pemilihan bahasa laki-laki dan perempuan berkisar pada polapolaintonasi sampai pada leksikal. Penutur perempuan biasanya cenderung berbicara lebihbenar, baik dari sudut gramatikalnya, maupun dari aturan sosial kebahasaannya.

Keywords


Triwangsa, tindak tutur, kesantunan

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.