EKSISTENSI BAHASA BALI DALAM RANAH PARIWISATA DI BALI

Made Budiarsa

Abstract


Masyarakat Bali adalah masyarakat bilingual, di mana sebagian besar penuturnya mampu menggunakan lebih dari satu bahasa dalam satu peristiwa tutur, di samping bahasa Bali sebagai bahasa ibunya, terutama mereka yang terlibat dalam bisnis pariwisata. Bahasa Bali adalah bahasa ibu atau bahasa lokal yang masih digunakan secara aktif oleh sebagian besar peduduk asli Bali. Bali merupakan daerah tujuan wisata dunia yang sudah terkenal dari sejak dulu kala, di mana sebagian besar masyarakatnya adalah etnik asli Bali. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk melihat eksistensi dan peran bahasa Bali atau bahasa lokal dalam ranah pariwisata, khususnya peran dalam bisnis pariwisata di Bali Selatan. Karena Bali merupakan salah satu tujuan wisata terkenal di Indonesia oleh karena itu, perlu diteliti sejauh mana bahasa Bali turut serta berperan dan digunakan untuk meningkatkan usaha pariwisata di daerah ini. Data peran bahasa Bali dalam ranah pariwisata di Bali selatan diperoleh dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menerapkan tenik exploratif. Lokasi penelitian ini adalah di daerah pariwisata Bali Selatan, karena Bali Selatan merupakan tujuan wisata yang paling terkenal di Bali jika dibandingkan dengan daerah pariwiata Bali lainnya. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah besarnya peran bahasa Bali untuk mempromosikan produk-produk pariwisata seperti nama restoran, hotel, makanan, minuman, dan agen perjalanan yang ada di Bali Selatan, khususnya di daerah Kuta, Seminyak, Sanur dan Nusa Dua. Walaupun banyak bahasa asing yang digunakan sehari-hari dalam kegiatan pariwisata di daerah Bali Selatan, terutama dominasi Bahasa Inggris, namun eksistensi bahasa Bali masih tetap kuat sebagai bukti kuatnya budaya masyarakat Bali dalam menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal.

Keywords


eksistensi, bahasa lokal, penggunaan, ranah, pariwisata

Full Text:

PDF

References


Agar, Michael. 1994. Language Shock: Understanding the Culture of Conversation. New York:William Morrow and Company

Anonim https://id.wikipedia.org/wiki/Canang_sari

Anonim https://www.rentalmobilbali.net/pura-besakih

Budiarsa, M., dkk. 2017. Bahasa dalam Perspektif Sosial Budaya: “Bahasa Bali Sebagai Identitas Pariwisata Budaya: Perspektif Linguaculture”. Denpasar: Swasta Nulus.

Black, A. & Champion, D. 1992. Metode dan Masalah Penelitian Sosial. Bandung: PT Eresco

Bungin, B. 2007. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Derrida, J. 2000. Of Hospitality, Anne Dufourmantelle invites Jacques Derrida to respond Stanford: Stanford University Press

Gunarwan, A. 2007. Pragmatik dan Kajian Nusantara. Jakarta: Penerbit Universitas Atmajaya.

Heller, M., et al. 2014. Sociolinguistics and Tourism– mobilities, markets, multilingualism. Journal of Sociolinguistics 18/4, 2014: 425–458

Hudson, R.A. 1980. Sociolinguistics. Cambridge: Cambridge University Press.

Kristianto, Y., dkk. 2017. Bahasa Dalam Perspektif Sosial Budaya: “Linguistic Landscape: Praktek Penggunaan Simbol-Simbol Lingual di Kawasan Pariwisata Kuta” Denpasar:Swasta Nulus.

Kandampully, J. Dkk. 2001. Servie Quality Management in Hospitality Tourism, and Leisure New York: The Haworth Press. Inc.

Landry, R. & Bourhis, R. Y. 1997. Linguistic landscape and ethno-linguistic vitality: And Empirical Study. Journal of Language and Social Psychology, 16: 23-49.

Wardhaugh, R. 1986. An Introduction to Sociolingustics. Oxford: Basil Blackwell.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.